rawan bencana
Pengangkring

rusi
Kategori :
@ 19 Mar 2009 | 20:46:16


Minggu kemarin, jum’at (13/3) saya berkesempatan mengikuti kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke daerah Pasuruan dan Lumajang (itu di jawa timur).
Di Pasuruan, rombongan meninjau banjir yang menggenangi kota Pasuruan, memporak porandakan fasum dan fasos serta sempat memutuskan jalur yang menghubungkan Banyuwangi dan Surabaya. Dampaknya adalah terhambatnya distribusi perekonomian (konon sejak bencana lapindo, perekonomian jatim merugi 100 juta perhari, apalagi jika ditambah dengan putusnya jalur timur karena Pasuruan tergenang). Di Pasuruan, Kepala BNPB mewakili rombongan menyerahkan bantuan 100 juta sebagai dana stimulasi sekaligus melihat kesiapan pemda menangani banjir yang selalu mengintai karena rusaknya konservasi daerah hulu.

Setelah sarapan Rawon di Nguling, perjalanan dilanjutkan ke Kabupaten Lumajang, juga dalam rangka melihat kesiapan pemda mengantisipasi letusan semeru. Peninjauan dilanjutkan sampai Gunung Sawur, tempat Pos Pemantauan gunung semeru, dimana peralatannya (seismograf) buatan amerika sudah terlalu tua, bahkan pabriknya sudah tutup, kata petugasnya.

Ternyata gunung semeru itu juga ditulis dengan ejaan semeroe, smeru dan smiru (berdasar catatan geolog belanda). Berjenis gunung Strato Kubah Lava dengan ketinggian 3676 dpl ( ? ). Bahaya semeru yang paling ditakuti adalah letusan abu dan awan panas yang mengakibatkan semua tanaman mati layu, serta lava dingin.

Menurut sekda setempat, dijelaskan bahwa daerah yang perlu diwaspadai diantaranya, dusun rowo baung, dan suput kec. Pronojiwo, desa sumber urip, dusun kamar A dan desa supit urang. Sedangkan curah kobok’an, besuk bang, besuk kembar dan sumber bulus merupakan sungai yang menjadi ‘tanda’ bahaya tidaknya muntahan semeru. Ditambahkan oleh kepala dinas geologi, bahwa saat ini sedang dilakukan pembenahan di DAS glidik, DAS kobok’an rejali, DAS munjur dan DAS bondoyudo sebagai langkah antisipatif.

Disamping itu, secara umum daerah Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Situbondo dan Jember hutan yang berfungsi menahan dan menyimpan air tanah semakin gundul ditebangi masyarakat di awal reformasi, sehingga sekarang mereka menerima balasan dari keganasan alam. Upaya rehabilitasi dan reboisasi menjadi keharusan jika kenyamanan hidup tidak ingin diusik oleh bencana di setiap musim penghujan. “Perlu kesadaran kolektif yang terorganisir.”. informasi yang didapat dari masyarakat, mereka sudah memiliki kearifan lokal dalam mengikuti gerak gunung semeru, mereka sudah peka dan tahu kapan harus berladang, kapan harus ke hutan dan kapan harus ke besuk/sungai menambang pasir semeru yang kualitasnya hampir sama dengan pasir lereng merapi. Contohnya, ketika malam terjadi letusan, mereka hanya keluar rumah, “siap-siap” ngungsi sambil menunggu perkembangan dan besoknya kehidupan sudah normal kembali.

Seperti diketahui, Kab. Lumajang dikepung oleh gunung semeru, bromo dan raung, sehingga pemda setempat perlu mensosialisasikan masalah bencana kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di dusun, desa dan kecamatan rawan bencana (lereng semeru) yang diantaranya dengan melakukan :
1- identifikasi potensi bencana, 2- mempelajari karakter gunung semeru, 3- sosialisasi daerah rawan semeru.

“Semua ini perlu dilakukan secara terus menerus agar masyarakat paham tentang konsep Living Harmoni with Dissaster, hidup harmonis penuh kewaspadaan dengan alam yang berpotensi bencana, ini mengingat Indonesia memang salah satu Negara rawan bencana karena tepat dilewati oleh “ring of fire”, pertemuan jalur gunung api dunia.” Kata May Jen TNI (Purn) Syamsul Ma’arif , kepala BNPB dalam arahannya di depan muspida dan orsosmas setempat.
Beliau juga mengatakan bahwa bencana alam merupakan tanggung jawab bupati/wali kota, dimana propinsi merapat untuk memberi bantuan sarana, dana dan personil yang berfungsi melengkapi, sedangkan pusat mendukung pengadaan sarana prasarana yang tidak mungkin diadakan oleh propinsi, dan POLRI/TNI dilibatkan dalam kelancaran evakuasi dan rehabilitasi (mitigasi). “Jangan lupa ormas semacam orari/rapi dan pengusaha juga perlu dilibatkan dalam rangka meminimalisir korban bencana.” Tambah doktor lulusan universitas Indonesia mengakhiri sambutannya.[eb]*
Siap, Siaga, Waspada

koebiz ngangkring @ 20 Mar 2009 | 05:18:15

Begitulah jika alam mulai murka. Keseimbangannya mulai terganggu saat tangan-tangan manusia ikut campur di dalamnya.

Gunung meletus sudah biasa, itu sudah terjadwal, begitu kubah magma menutup dapur magma, maka tekanan dari perut bumi akan menghentakkan kubah menjadi sebuah letusan.

Kita hidup di jajaran gunung api, lempeng eurasia yang labil, dan daerah tropika dengan musim seimbang. Memang jarang terjadi badai, namun ancaman gunung meletus dan gempa bumi selalu ada setiap saat. Mari kita sama-sama belajar dari saudara kita di lereng Merapi, bagaimana mereka menghargai alam sekitar.

Maka dari itu, waspadalah.

Mas Rusi kok gak mampir Malang?

mas KOE biz

rusi ngangkring @ 22 Mar 2009 | 10:02:56

mas koebiz,

sejatinya kemarin tuh dandim lumajang dan pak sekda juga menyarankan, turun dari gunung Sawur langsung mengarah ke piket nol, gladak perak, ampel gading, (pemandangannya bagus, bisa lihat jalur lahar semeru di daerah bondeli) kemudian dampit, turen, malang trus surabaya.

namun ternyata pak polisi bagian naik sedan yang ada bunyi nguing-nguingnya itu tidak mau, katanya sudah kadung koordinasi dengan polisi wilayah probolinggo, pasuruan, porong, surabaya, jadi ya manut waelah.

trus mase koebiz ki malang daerah ngendi ?. aku sering nongkrong ndek borobudur, ngamati en nikmati bocah2 Punk Rock karo mangan ceker setan.
kadang yo ndek jl. surabaya 6.

kapan2 kopi darat ya....ro ngopi joss (eh ning malang ra nono kopi joss je...)
HP pean ?


lam kenal

kuswand ngangkring @ 26 Mar 2009 | 02:40:21

salam kenal mas rusi, wah plesiranya sangat"menantang".saya juga pernah melewati sebagian dari rute sampean, tapi waktu itu survei tentang Raskin. berangkat naek sedan sampai situbondo, bondowoso dan jember. pulang naek bis umum. capeeek banget.
kapan posting di angkringan lagi?
sms/call aq 081393073474. lam kenal juga buat mas koebiz


Kenangan yang hilang

joyo gobyos ngangkring @ 28 Mar 2009 | 19:52:00

Jadi ingat waktu macak jadi mahasiswa dulu,ranu pane,ranu kumbolo,arcapada,wis mbuh lali ,opo aku wis mulai tuek yo.
15 taun lalu di semeru utara,lalu memandang kebawah,memandang hamparan pinus,cemara dan jurang, pasti merinding,begitu besar dan agung gusti Allah,dan begitu kecilnya kita.
Beberapa hari lalu saya coba kontak teman eks satu tim yang kebetulan sekarang masih di bagian konservasi semeru,dan katanya memang keadaannya jauh berbeda dengan 15 tahun yang lalu.
Tidak usah dijelaskan bedanya, (dibayangkan mawon) intinya alam ya bisa marah kok,kalo diobok-obok dan dirusak,apalagi gak tanggung jawab blas.
Alam bukan lumbung uang yg bisa terus dikeruk.lha anak karo putune dewe besuk piye??wis mbuh peteng ndedhet ki.mumet aku

...SANSAYA RUWET...TAMBAH NJLIMET...MARAHI PETHENG NDHEHET...TRUS GREMET-GREMET...
jangan hilangkan kenangan

rusi ngangkring @ 30 Mar 2009 | 01:27:23

salam balik mase kuswand

tux mbah joyo gobyos, kenangan kok dihilangkan. jangan dunk.
walau kenangan masa muda sing edan2an itu adalah sejarah kita yang harus dilalui untuk bisa menjadi diri kita seperti saat ini (yang kata mbah joyo gobyos wis tambah tuwir).
kenangan ancur2an masa muda, kadang nyimpang dari tatanan etika dan agama pun terasa indah untuk mawas diri agar tidak di duplikasi oleh anak2 kita.

ya, gunung semeru semakin genit dengan kegundulannya, tanjakannya pun tidak semenantang jaman mbiyen, keangkerannya pun semakin sirna, di ranu gumbolo pun sampah juga semakin banyak.

kendaraan menuju ranu pani lewat tumpang ngadas ato lewat senduro pun semakin enak lan kepenak dilewati montor tanpa doble gardan.

ya memang perubahan adalah sunattullah yangharus terjadi sesuai konstelasi jaman.

turut berduka cita atas matinya banyak orang dilibas air situ gintung, semoga kejadian ini mengilhami para pembuat kebijakan agar lebih memperhatikan masalah konservasi.


Kenangan yang hilang volume II

joyo gobyos ngangkring @ 30 Mar 2009 | 10:35:03

Lik joyo bener-bener nostalgila nih (tapi karo mbrebes mili disambi mbuka'i album poto).
Terlepas dari kondisi semeru yang mengharu biru,mungkin ada dulu warga angringan yang sekitar taun 96-97,ikut tim evakuasi korban gunung slamet.??
(lik joyo elek-elek yo tau dadi -tim 3/tim setan, dari pos 2 berhasil mengevakuasi 2 jenasah pendaki dari hutan, kena hipotermia karena liarnya alam).
Kabar terakhir setaun lalu,pos 2 yang dulu cuma sekandang wedhus, sekarang sudah jadi kampung (yang kalo gak salah pernah masuk tipi gara-gara kena longsor),trus siapa yang disalahkan?
Ayo tho para menungsa,ndang tobat,mumpung alam durung kesumat.

Eks--Bebek,jiyo,herman ambon,guntoro pethak,ndan po kalo masih hidup dan 86 ayo kangen-kangenan di angkringan.

...SANSAYA RUWET...TAMBAH NJLIMET...MARAHI PETHENG NDHEHET...TRUS GREMET-GREMET...
Kenangan Volume III

rusi ngangkring @ 02 Apr 2009 | 23:28:57

salam rimba untuk mbah joyo (ra sah mbrebes mili, kono ndang nyocokne DPT ne, wis cocok kabeh opo okeh sing fiktif).

sekdear nyanbung info, di seputaran ranu gumbolo saiki disamping sangsoyo okeh sampah plastik, yo okeh sampah kondom en pembalut.

banyuwangi dan jember pun pegunungannya yang gundul sekarang yo mulai longsor kecil2an yang kalo dibiarkan bisa kayak situ gintung.

yah.............. alam memang sedang menggeliat, menghukum keserakahan manusia dengan daya ciptanya yang sering keblablasan tanpa memperhatikan keseimbangan dengan alam lingkungan ( ? )....ya karena populasi manusia semakin tahun semakin banyak dan usia harapan hidup pun semakin baik, sehingga wong sing wis tuwo2 ki ra mati2 karena asupan gizi yang semakin baik.


semboyan abadi sampai mati

joyo gobyos ngangkring @ 02 Apr 2009 | 23:56:51

kalo ada yang kenal dan pernah nyimpen kata-kata ini pasti mbrebes (maap urup kapital)
"PANTANG KEMBALI SEBELUM TERCAPAI PUNCAK IDAMAN"
dan itu akan kami bawa sampai mati.

Buat almarhum mas handoko, riau (1974-2007) kami teruskan perjanganmu menjaga alam ini, walau sulit.Bravo UNISI.

...SANSAYA RUWET...TAMBAH NJLIMET...MARAHI PETHENG NDHEHET...TRUS GREMET-GREMET...
Menu
Agenda
Member menu
Username

Password


Lost Password ?
New User Join Now
Getok Tular
» 07 Oct 2013 | 03:35:39
ngga bisa ganti avatar :(
» 05 Apr 2014 | 13:49:54
pun saget mas tixoes :D
» 18 Sep 2013 | 03:07:57
akhirnya para angkringers senior pelahan mundur karna mendekati udzur, sementara angkringers yunior sudah pindah ke cafe dan resto
» 26 Aug 2013 | 02:02:08
dalam rangka menggaet suara anak muda yg tergolong dalam barisan "Swing Vooter" maka gubernur pun nekat nonton METALICA
» 14 Aug 2013 | 03:00:14
ternyata suasana indah romadhon dan lebaran dinodai oleh ulah FPI dan penembak gelap, sementara warkop, angkringan masih tutup mudik pulang kampung
» 31 Jul 2013 | 01:56:46
awakku sik onok rek hehehe
» 18 Jul 2013 | 23:41:30
huwaloooooooooohhhh :)
» 16 May 2013 | 08:14:15
kok sepi mamring ngene yo ?
» 22 Jul 2013 | 00:12:35
do taraweh :D
Silahkan Login / Register Untuk isi shoutbox
Banner