teman dan temin yang baik hati...
pengetahuan saya tentang sejarah batik memang minim sekali, tetapi di saat saya ingin belajar tentang history batik sebagai budaya kita khususnya dari Jawa, koq malahan pada "angkat bahu"...
hiks... hiks... di manakah kau sejarah?? apakah tinggalah kenangan saja??
please give me a clue... so i can love batik...
Women are stronger than men; they do not die of wisdom
batik..
beyes ngangkring @ 10 Jul 2007 | 05:30:02
salam kenal dayang sumbi.. ini beyes.. baru gabung sih..
boleh ikut cerita ttg batik to..? masih berlaku to..?
kebetulan ada sedikit ttg batik yang saya tahu, hanya saja batik memang banyak corak tergantung dari daerahnya..
kalo bicara tentang batik antara jogja dan solo.. ini berkaitan dengan sejarah berdirinya keraton jogjakarta yang sekarang ini berdasar perjanjian giyanti. waktu itu keraton surakarta dibelah jadi dua, dan sang adik yang akhirnya menjadi Hamengkoeboewono I selain mendapat wilayah yg skg ini, juga mendapat harta berupa diantaranya gamelan dan busana termasuk didalamnya batik dgn berbagai motif. semua memang diberikah untk sang adik, pada nantinya utk kraton surakarta merancang busana lagi yang berbeda, utk batik hanya warna yang berbeda. yogja lebih terang di solo lebih gelap.
jadi busana dan batik yang sekrang ini di jogja adalah asli dari pajang bahkan sebelum itu..
motif batik juga tergantung dari daerahnya spt pesisiran..
sik..tak bukak catetanku yo..:)
nah.. iki opo ketemuuuhh..
beyes ngangkring @ 10 Jul 2007 | 08:15:41
dayang sumbi..Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta. Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. ..trus habis itu ada juga pengaruh pada jaman Islam, apalagi seorang Kyai yang bernama Kyai Hasan Basri ini diambil menantu oleh Raja Kraton Solo yang membawa budaya perbatikan ini ke luar kraton, dulu batik hanya sebatas lingkungan kraton, rakyat sih..kain tenun sendiri.
Dari kerjaan-kerajaan di Solo dan Yogyakarta sekitamya abad 17,18 dan 19, batik kemudian berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Awalnya batik hanya sekadar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. Namun erkembangan selanjutnya, oleh masyarakat batik dikembangkan menjadi komoditi perdagamgan. Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya batik dalam proses cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”. Sedangkan Asal-usul pembatikan didaerah Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-I dengan raj any a Panembahan Senopati. Daerah pembatikan pertama ialah didesa Plered. Pembatikan pada masa itu terbatas dalam lingkungan keluarga kraton yang dikerjakan oleh wanita-wanita pembantu ratu. Dari sini pembatikan meluas pada trap pertama pada keluarga kraton lainnya yaitu istri dari abdi dalem dan tentara-tentara.
masterpieces
jembar ngangkring @ 10 Jul 2007 | 09:57:02
makasih Mas Beyes buat info-nya, top banggettss...
mau nanya nih, seperti hal-nya keris yang merupakan budaya luhur kita, apakah batik juga mengenal nilai esoteris dan eksoteris? karena setau saya, biasanya karya cipta budaya jawa selain memiliki nilai keindahan fisik, ia juga mengandung nilai filosofi yang mengagumkan. dalam dunia keris kan kita mengenal dapur, pamor, angsar, maupun tangguhnya. apakah dalam dunia pembatikan memiliki hal yang sama? kalo Mas Beyes ada referensi tentang itu, bikinin postingan-nya ya... ditunggu loh...
miris memang mendengar batik, songket, dan angklung dipatenkan oleh malaysia. apakah kita yang ceroboh atau mereka yang kurang ajar sih?
tapi bener kata Mas Beyes; "selama masih bangga jadi orang indonesia, negeri ini punya harapan".
sekali lagi, top banggettss!!! (mbak dayang sumbi juga 'pelatuk' yang tak kalah top-nya!!!)
semoga jadi bapak yang baik
info bagus
Fathdjri ngangkring @ 11 Jul 2007 | 23:54:30
Selama ini saya hanya tau makai batik aja, tanpa tau sejarahnya. Terima kasih mbak beyes (dudu mas yo), yang pasti konsern saya ke depan adalah, kalo batik udah dipatenkan malaysia, maka ke depan semua produksi batik harus mbayar royalti ke pemilik patent .... wah tambah mahal tuh harga batik ... kira-kira begitu nggak? ..
....
### ingatlah he poro sedulur, awake dhewe iki calon mayit ###
don't let they spoil our mind!!!
dayang sumbi ngangkring @ 12 Jul 2007 | 02:54:06
to jeng beyes : tetap semangat menggali jati diri Indonesia untuk
tetap mencintainya dan jangan lupa mewariskan
kepada anak cucu kita... and thank you for your
great appreciate!!
to mas jembar : Story of batik malaysia, started on 1920 when
javanese introduce this art to them. And in
Indonesia it started beginning 18th century (like
beyes told us), so dont let they spoil our mind!!
BATIK in Indonesia not just a clothes, but it is an
art with esoteric value.
to mas fadjri : kalo cuma hak paten tentang BATIK sebagai
pakaian khas, saya pikir itu bukan masalah!! itu
sama halnya dengan Jas yang dipatenkan oleh
negara negara di daerah barat.
Women are stronger than men; they do not die of wisdom
hak paten..
beyes ngangkring @ 12 Jul 2007 | 09:29:53
mas fadjri..
kalo bicara ttg hak paten sebenarnya nggak cuma jadi mahal tapi eksesnya itu lo yang bikin rugi..
gimana nggak rugi, ketika batik udah dipatenkan negeri nya siti nurhaliza itu, org luar negeri akan mencari batiknya kesana, bukan ke indonesia.. dan ini akan mempengaruhi para pembatik2 kita disini.. jadi sepi, padahal bahan bikin batik moahal! padahal lagi, orang-orang kita sendiri kalo beli masih pake nawar.. hahahahaa...
kalo ngomong ttg Malaysia.. kalo saya sih, masih banggaan jadi orang indonesia, nusantara.. wong mereka dulu itu juga bagian dari kerajaan sriwijaya dan majapahit.. ya to..?
dan pas perang Malaka tentara Majapahit dikirim kesana, sebagian ada yang gak pulang dan menetap disana beranak pinak.. lagu kebangsaannya juga dari lagu kita kok..
bagi saya, apapun yang terjadi meskipun memprihatinkan aku bangga jadi org indonesia.. biarpun timnas digulung abis..hehehee.. yo ben! yg penting semangatt!!!
HIDUP INDONESAAAAAA...!!!!!!! ^-^
gemes
Fathdjri ngangkring @ 12 Jul 2007 | 22:49:02
Ehm ... bener kabeh wes. Sebetulnya omongan saya diatas intinya adalah gemes aja. Gemes kok orang2 kita (terutama utk goverment-nya) kok gak ada usaha untuk mempatent kan apa2 yang sudah dimiliki Indonesia (bangga dong jadi wong Indonesia), jangan2 wayang kulit juga dipatentkan ama negara lain. Juga blankon, kemben, jarit, arit, clurit, stagen, ... hahahaha ... pegel
Terus nanti tape atau peuyeum juga akan dipatentkan ama wong negara laen (hahahaha) sedih tenan, tuku peuyeum kudu mbayar royalti ... hahahaha .... guoblok tenan ....
Wes lah ....
Bangga jadi orang Jogja - Indonesia
### ingatlah he poro sedulur, awake dhewe iki calon mayit ###
batikmania
rusi ngangkring @ 13 Aug 2008 | 21:00:28
sekarang ini batik sedang (mulai) mewabah kembali, sak ben dino kito mlaku2 neng ngendi wae, pasar, kantor, bank, toko, mall pasti isok kito temui pawongan sing ber-batik-ria. tuwo mudo, lanang wadon, gede cilik makin akrab karo batik yang dimodifikasi dalam berbagai model dan padu padan.
gitu juga di pasar2 dah mulai dijual baju batik aneka corak untuk menyongsong lebaran.
asik....
ayo kita batikkan masyarakat dan memasyarakatkan batik.
salam batik mania